Arema dan Aremania, Singo Edan dari Stadion Kanjuruhan Malang, Loyalitas Tanpa Batas dalam Salam Satu Jiwa Aremania Aremanita.

Legenda Arema


Kuli Tinta Arema


Kisah Aremanita

Topics :

PROFIL STADION : Haji Agus Salim Stadium, Padang


Stadion Haji Agus Salim adalah sebuah stadion sepakbola yag terletak di Kota Padang, Sumatra Barat. Stadion berkapasitas 28.000 penonton ini menjadi home base klub Semen Padang dan PSP Padang. Namanya sendiri diambil dari nama pahlawan nasional sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, yang berasal dari Koto Gadang, Agam.

Stadion GOR Haji Agus Salim dibangun pada tahun 1985 oleh Pemerintah Kota Padang sebagai pengganti Stadion Imam Bonjol yang sekarang menjadi taman kota (alun-alun). Stadion ini awalnya,memiliki kapasitas 28.000 tempat duduk, dan memiliki tribun tertutup di sektor barat.

Pada tanggal 30 September 2009, terjadi gempa yang mengguncang Kota Padang dan merusak hampir keseluruhan fasilitas stadion. Beberapa fasilitas penunjang pertandingan tak luput seperti gangguan koneksi pada penerangan, ruang ganti pemain yang rusak, dan lapangan yang retak dan gersang mengakibatkan stadion ini tak layak dipakai.

Kemudian, PT Semen Padang dengan persetujuan pemerintah kota merenovasi stadion ini sehingga layak untuk menggelar laga Liga Super Indonesia. Perbaikan yang dilakukan diantaranya penanaman rumput, perbaikan drainase, perbaikan pagar, ruang ganti pemain, penambahan kamar mandi dan toilet, perbaikan ruangan wasit dan ruangan pers, lantainya dikeramik, hingga pemasangan lampu stadion.

Mulai musim kompetisi 2010-2011, Semen Padang bisa kembali lagi bermarkas di stadion, setelah sebelumnya selama lebih dari setahun mengungsi ke Stadion M. Yamin, Sijunjung.

Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah The Kmers yang merupakan pendukung setia kesebelasan Semen Padang. Aremania sendiri terakhir beraksi di stadion ini pada kompetisi musim 2010-2011 silam. Sejak Semen Padang memutuskan ikut kompetisi LPI/IPL, baik Arema maupun Aremania tak lagi bertandang ke stadion markas mereka ini.

Keterangan :
Tribun : C+
Tempat duduk : C+
Fasilitas : C+
Rumput : C+
Drainase : C+
Penerangan : C+
Papan Skor : B
Kondisi : B

Haji Agus Salim Stadium, Padang 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Segiri Stadium, Samarinda, Kalimantan Timur


Segiri Stadium merupakan stadion sepakbola yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion kelas menengah ini dibangun pada 1960-1970, bersamaan dengan masa pembangunan Balai Kota Samarinda.

Stadion ini direnovasi pada tahun 2008 dalam rangka persiapan pelaksanaan PON XVII. Kapasitas stadion yang semula hanya 18 ribu penonton, setelah direnovasi mampu menampung 25 ribuan penonton di empat bagian tribunnya.

Stadion Segiri sempat menjadi kandang Persisam Putra Samarinda, yang kemudian hijrah ke Pulau Bali menjadi Bali United. Kemudian, stadion terbesar ketiga di Kaltim setelah Stadion Palaran dan Stadion Sempaja ini menjadi homebase bagi Pusamania Borneo FC sejak bermain di Divisi Utama 2014 (sekarang ganti nama menjadi Borneo FC).

Kelompok suporter yang bermarkas di Stadion Segiri Samarinda adalah Pusamania, yang merupakan pendukung setia Borneo FC. Setiap Arema berlaga di stadion ini, Aremania pun ikut beraksi karena mendapatkan jatah tiket sesuai regulasi dari Panpel setempat. Tak hanya dari Samarinda, bahkan Aremania dari luar Kaltim pun ikut mendukung.

KETERANGAN:
Tribun: B
Tempat duduk: B+
Fasilitas: B
Rumput: B+
Drainase: B
Penerangan: B
Papan Skor: A
Kondisi: B+

Segiri Stadium, Samarinda, Kalimantan Timur 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Mandala Stadium, Jayapura


Mandala Stadium merupakan stadion sepakbola yang terletak di ujung timur Nusantara, tepatnya di kota Jayapura, Papua. Stadion ini dibangun pada tahun 1982.

Mandala Stadium adalah homebase klub Persipura Jayapura. Klub Indonesia Super League tersebut menggelar tiap laga kandangnya di stadion ini.

Stadion ini memiliki kapasitas 30.000 penonton. Pada tahun 2005 stadion konvensional berstandar B+ AFC ini mendapatkan renovasi. Pada penghujung 2009 lalu stadion ini kabarnya juga mengalami tahap penambahan tribun menjadi 50.000 penonton. Hal ini membuat Mandala Stadium jadi yang termegah di kawasan timur negeri ini.

Prestasi Persipura Jayapura yang bermain di level kejuaraan antar klub se-ASIA jadi faktor utama perbaikan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam Mandala Stadium ini. Stadion Mandala saat ini sudah memiliki papan skor digital dan big screen yang kabarnya seharga 10 M. Lampu stadion yang konon berharga 7,8 M membuat stadion ini layak menggelar partai-partai internasional berstandar AFC.

Ditambah juga fasilitas berupa tribun dengan tempat duduk permanen, rumput kualitas terbaik, ruang ganti plus ruang pijat, ruang press conference dilengkapi dengan internet berkecepatan tinggi makin membuat stadion ini tampak megah dari luar maupun di dalamnya.

Setiap Arema bermain di stadion ini, segelintir Aremania Papua turut menemani klub pujaan mereka berlaga. Beberapa Aremania berasal dari Jayapura sendiri maupun dari luar kota seperti Sorong dan Timika.

Mandala Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Gelora Sriwijaya Stadium, Jakabaring, Palembang


Gelora Sriwijaya Stadium merupakan stadion sepak bola yang terletak di Palembang, Sumatra Selatan. Tepatnya berada di kompleks olahraga di daerah Jakabaring. Salah satu stadion besar di Indonesia ini dibangun pada tahun 2001 dalam rangka persiapan Sumatra Selatan sebagai tuan rumah PON XVI 2004. Usai gelaran Pekan Olah Raga Nasional, stadion ini digunakan sebagai homebase klub kebanggaan Sumatra Selatan, Sriwijaya FC.

Stadion yang berkapasitas 40.000 penonton ini pernah digunakan sebagai venue Kualifikasi Grup dan Perebutan Juara Ketiga Piala Asia 2007, antara Korea Selatan vs Jepang. Selain itu, stadion yang beralamatkan di Jalan Gubernur H. A. Bastari, Jakabaring, Palembang tersebut pernah menjadi tempat pembukaan dan penutupan SEA Games 2011 lalu.

Tribun, drainase (penyerapan air), penerangan, papan skor dan kelengkapan fasilitas yang ada di stadion ini mendapatkan penilaian A dari AFC. Sedangkan untuk rumput lapangan dan tempat duduk, sementara ini nilainya masih B+. Namun standar ini dinilai masih di atas rata" stadion lainnya di nusantara.

Ada beberapa kelompok suporter yang biasa beratraksi di atas tribun stadion konvensional yang berdiri di atas lahan 40 hektar ini. Ada Baladas, Singa Mania, dan Simanis (Singa Mania Indonesia), semuanya hanya mendukung satu nama yaitu Sriwijaya FC tiap bertanding di stadion yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tersebut.

Nama Sriwijaya sendiri diambil dari sebuah nama kerajaan maritim yang memiliki pusat pemerintahan di kawasan Palembang pada masa kejayaannya yang mampu menyatukan wilayah barat nusantara mulai abad 7 sampai sekitar abad 12 silam. Nama Sriwijaya juga menjadi nama klub yang bermarkas di stadion ini.

2 dari 4 tribun stadion konvensional ini yaitu tribun utama barat dan timur (A dan B) dilindungi oleh atap yang ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa. Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang.

Meski jauh dari bhumi Arema, Aremania pun pernah melakukan tour ke stadion ini. Komunitas Aremania yang sering melakoni tour ke Palembang tiap musimnya adalah Aremania Bandung dan Jakarta.

Gelora Sriwijaya Jakabaring Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali


Kapten Dipta Stadium atau yang memiliki nama resmi Stadion Kapten I Wayan Dipta ini merupakan stadion sepakbola yang terletak di Pulau Bali, tepatnya berada di wilayah Gianyar.

Sejak akhir 2014, stadion berkapasitas 40.000 penonton ini menjadi homebase Bali United Pusam (dulunya bernama Persisam Putra Samarinda yang hijrah ke Bali). Berkat sponsor yang didatangkan oleh pihak klub, stadion ini pun mengalami perbaikan dari sisi penerangan dengan dipasangnya empat buah lampu baru.

Sebelumnya, Stadion Kapten Dipta ini menjadi markas Persegi Gianyar (yang sekarang sudah tidak aktif lagi). Pada masa bergulirnya LPI, stadion ini juga sempat dipakai oleh klub Bali Devata FC sebagai homebase.


Kelompok suporter yang biasa beraksi di stadion ini adalah Semeton Dewata. Kelompok suporter ini merupakan gabungan dari seluruh suporter klub yang dulunya pernah ada di Bali ini (Gelora Dewata, Bali Devata, Persegi Gianyar, dll.)

Pada laga perdana turnamen Bali Island Cup 2015 antara Arema vs Pelita Bandung Raya, 12.03.2015 untuk pertama kalinya sejak beberapa tahun silam, Aremania kembali beraksi di stadion milik Pemerintah Gianyar ini. Bahkan di laga kedua, kelompok suporter fanatik Arema itu berdampingan dengan Semeton Dewata di laga kedua kala tim kebanggaan mereka bersua tuan rumah Bali United Pusam , 14.03.

KETERANGAN :
Tribun : C
Tempat duduk : C
Fasilitas : C
Rumput : C
Drainase : C
Penerangan : -
Papan Skor : C
Kondisi : C


STADION KAPTEN I WAYAN DIPTA, GIANYAR, BALI 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Marora Stadium, Serui, Papua


Stadion Marora merupakan stadion utama yang berada di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Stadion ini memiliki kapasitas maksimum untuk menampung hingga 10 ribu penonton.

Saat ini, stadion yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tersebut menjadi kandang tetap klub Perseru Serui kebanggaan warga setempat. Stadion ini sempat bermasalah terkait lampu penerangan yang dinilai belum memenuhi standar. Tak heran jika Perseru sering kebagian jadwal bertanding di sore hari.

Superman yang notabene adalah nama suporter Perseru menjadi penghuni tetap stadion ini. Sayangnya, selain laga melawan "saudara tuanya", Persipura Jayapura, konon sulit sekali menjual tiket masuk pertandingan, saking sepinya penonton yang datang. Bahkan, panpel setempat sampai menggratiskan tiket pertandingan demi mendongkrak jumlah penonton di stadion ini.


KETERANGAN:
Tribun: C
Tempat duduk: C
Fasilitas: C
Rumput: B
Drainase: C
Penerangan: C
Papan Skor: C
Kondisi: C+

Stadion Marora, Serui, Papua 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kertanegara


Stadion Aji Imbut adalah sebuah stadion yang berlokasi di Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Stadion ini dibangun sebagai sarana olahraga untuk PON XVII tahun 2008.

Sebelumnya, stadion berkapasitas 35.000 penonton ini bernama Stadion Madya Tenggarong atau Stadion Kudungga. Kemudian, pada tanggak 28 Maret 2011, Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak meresmikan stadion ini dengan nama baru, yakni Aji Imbut

Stadion yang dibangun pada 2007 dan mulai dibuka pada 18 Juni 2008 ini menjadi markas Mitra Kukar. Tim berjuluk Naga Mekes itu menjamu lawan-lawannya di kompetisi Liga Indonesia di stadion yang pembangunannya menelan biaya 899 miliar rupiah ini.

Ada kelompok suporter Mitra Mania alias Mitman sebagai pendukung Mitra Kukar yang menjadi penghuni tetap stadion tersebut. Aremania Tenggarong dan sekitarnya pun kerap beraksi saat Arema berlaga di stadion milik Pemerintah Kalimantan Timur tersebut.

KETERANGAN:
Tribun: C
Tempat duduk: B
Fasilitas: C+
Rumput: B
Drainase: B
Penerangan: B
Papan Skor: B
Kondisi: C+

Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kertanegara 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan


Stadion Gelora Ratu Pamelingan adalah sebuah stadion sepak bola di Pulau Madura, tepatnya di daerah Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur. Stadion ini berada sekitar lima kilometer di sebelah selatan Pamekasan, ibu kota kabupaten ini.

Galora Ratu Pamelingan dibuka bulan November 2016 oleh Bupati Pamekasan, Achmad Syafii. Stadion ini menjadi kandang untuk tiga klub sepak bola asal Pulau Madura, yakni Madura United, Pamekasan FC, dan Persepam Madura Utama.

Stadion ini memakai rumput Zoysia matrella, salah satu rumput berkualitas bagus di tanah air. Sempat direnovasi pada awal tahun 2017, saat ini Gelora Ratu Pamelingan memiliki kapasitas 15 ribu penonton.

Ada kelompok suporter Kaconk Mania dan Taretan Mania yang selalu menjadi penghuni setia Stadion Gelora Ratu Pamelingan ini. Sejauh ini, hubungan antara Aremania setempat dengan suporter lokal ini terjalin cukup baik sekalipun beberapa musim terakhir sempat terjadi konflik salah paham.

KETERANGAN:
Tribun: C
Tempat duduk: B
Fasilitas: C+
Rumput: B
Drainase: B
Penerangan: B
Papan Skor: B
Kondisi: C+

Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Madura 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : 17 Mei Stadium, Banjarmasin


17 Mei Stadium adalah sebuah stadion sepak bola yang berada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Stadion berkapasitas 30.000 penonton ini mulai dibuka pada 17 Mei 1974. Stadion yang memakai rumput Zoysia MatrellA Linmer ini awalnya hanya berkapasitas 15.000 penonton sebelum direnovasi pertama kali pada tahun 20017. Saat itu, Kota Banjarmasin ditunjuk menjadi tuan rumah POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) 2007.

Stadion ini kembali direnovasi pada tahun 2010 setelah Barito Putera menjadi juara Divisi Utama musim 2011-2012, untuk memenuhi persyaratan homebase di ISL. Renovasi ketiga dilakukan pada tahun 2013. Sebelumnya, pengelolaan stadion yang semula berada di bawah Pemprov Kalsel, pada tahun 2012 diserahkan kepada KONI Kalsel, sekaligus dengan gelanggang renang Hasanuddin HM agar dapat lebih diperhatikan. Setelah proses renovasi ketiga selesai dan dinilai telah memenuhi standar ISL, stadion ini mulai dipakai Barito Putera di QNB League 2015 yang bubar di tengah jalan.

Ada kelompok suporter Bartman alias Barito Mania yang selalu menjadi penghuni setia Stadion 17 Mei ini. Sejauh ini, hubungan antara Aremania dengan suporter lokal ini terjalin dengan baik. Sama halnya saat Bartman berkunjung ke Malang yang diterima dengan baik, Aremania pun selalu disambut hangat ketika bertandang ke stadion ini.

KETERANGAN:
Tribun: C
Tempat duduk: C
Fasilitas: C+
Rumput: C+
Drainase: C
Penerangan: -
Papan Skor: C
Kondisi: C+

17 Mei Stadium, Banjarmasin, Kalsel 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Maguwoharjo International Stadium, Sleman


Maguwoharjo International Stadium (MIS) adalah sebuah stadion sepak bola yang berada di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Stadion berkapasitas 40.000 penonton ini dibangun pada tahun 2005 dan mengalami pembenahan pada tahun 2007 akibat dari gempa bumi yang terjadi pada 27 Mei 2006.

Stadion ini memiliki tipe stadion sepak bola modern dengan konsep “Mini San Siro” dengan ciri khas menara yang terletak di empat penjuru stadion dengan tangga berputarnya. Seperti halnya stadion-stadion modern lain di Eropa terutama di Inggris stadion ini tidak memiliki lintasan atletik sehingga penonton akan lebih nyaman dalam menyaksikan pertandingan. Pada Januari 2013, Pemda Sleman telah memasang lampu di sisi timur dan barat stadion sebagai sarana penunjang.

Saat ini MIS menjadi kandang dari klub PSS Sleman dan kandang sementara Persiram Raja Ampat yang mengungsi lantaran stadionnya masih dalam tahap renovasi. Kelompok suporter Slemania dan BCS Sleman pendukung fanatik PSS Sleman menjadi penghuni tetap stadion ini.

KETERANGAN:
Tribun : A
Tempat duduk : B+
Fasilitas : B+
Rumput : A
Drainase : A
Penerangan : -
Papan Skor : A
Kondisi : B+

Maguwoharjo International Stadium (MIS) 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Manahan Stadium, Solo


Manahan Stadium adalah sebuah stadion sepak bola yang berada di kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia. Stadion berkapasitas 35.000 penonton ini diresmikan pada tanggal 21 Februari 1998 oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto. Berdiri megah di pusat kota, tepatnya di Jalan Adi Sucipto, Manahan, Banjarsari, Solo, stadion berlabel B+ ini menjadi kandang bagi klub Persis Solo.

Sebelum direnovasi pada September 2008, stadion ini menyandang predikat sebagai stadion yang langganan banjir. Namun demikian, sejumlah even nasional dan internasional seperti PON, semi-final dan final Divisi Utama, bahkan penyisihan grup Liga Champion Asia 2007 (Persik Kediri) pernah dihelat di stadion ini.

Kelompok suporter Pasoepati pendukung Persis Solo menjadi penghuni tetap stadion ini. Manahan juga tak asing lagi bagi Aremania yang sering melakukan away tour ke Solo kala Arema bermain di stadion tersebut.

KETERANGAN:
Luas area komplek Stadion: 170.000 m2.
Luas bangunan Stadion: 33.300 m2
Ukuran lapangan Stadion: 75 x 111 m2
Jenis rumput: Dactylon Cynodon (rumput bermuda)
Lintasan lari, atletik dan lompat jauh.
Gerbang masuk area komplek Stadion: 5 buah.
Pintu masuk Stadion: 4 buah.
Pintu masuk penonton di tribun: 24 buah.
Jarak pagar ke penonton: 20 m
Daya penerangan: 53.000 watt

Manahan Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Jatidiri Stadium, Semarang


Jatidiri Stadium adalah stadion yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Letaknya di bagian selatan Kota Semarang, tepatnya daerah Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur.

Stadion berkapasitas 21.000 penonton ini merupakan markas klub Divisi Utama, PSIS Semarang. Dalam satu kompleks stadion ini juga terdapat GOR (Gedung Olah Raga), kolam renang, dan sarana olahraga lainnya.

Stadion Jatidiri dibangun pada era pemerintahan Gubernur Muhammad Ismail. Stadion ini direnovasi mulai bulan Februari-Maret 2006 baik pada lapangannya, tribune, pintu, dan fasilitas lain. Menurut Grand Planning dari Gubernur Mardiyanto, nantinya renovasi juga akan meliputi wisma atlet dan fasilitas pendukung kompleks demi tujuan menjadi tuan rumah PON XVIII 2012.

Kelompok suporter yang biasa beraksi di stadion ini adalah Panser Biru dan Snex. Kelompok suporter itu merupakan pendukung setia PSIS Semarang.

KETERANGAN :
Tribun : C
Tempat duduk : C
Fasilitas : C
Rumput : C
Drainase : C
Penerangan : B
Papan Skor : B
Kondisi : C+


Jatidiri Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Kota Batik Stadium, Pekalongan


Kota Batik Stadium merupakan stadion konvensional yang terletak di Kota Pekalongan, Jawa Tengah..Stadion ini menjadi markas bagi klub Divisi Utama, Persip Pekalongan.

Stadion berkapasitas 20.000 penonton ini dulunya bernama Stadion Kraton. Dalam Memeriahkan Hari Jadi Kota Pekalongan yang ke-105 (1 April 2011) nama stadion diubah menjadi Stadion Kota Batik, pada 18 Maret 2011. Menurut Keterangan Ketua KONI Kota Pekalongan H. Risca Mangkulla, pemberian nama itu disesuaikan dengan budaya batik yang kini sudah terkenal di manca negara.

Stadion ini dibangun pada tahun 1986. Kemudian pada tahun 2005 silam sempat mengalami proses renovasi oleh Pemkot setempat.

Kelompok suporter yang biasa beraksi di stadion ini adalah Kalong Mania. Kelompok suporter ini merupakan pendukung setia Persip Pekalongan yang juga memiliki julukan Laskar Kalong. Hewan kalong (kelelawar) menjadi meskot mereka.

Laga ujicoba Persip vs Arema (25.03.2015) bisa jadi merupakan sejarah pertama kalinya Aremania beraksi di stadion milik Pemerintah Kota Pekalongan ini. Kabarnya, Aremania dari penjuru Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya bakal hadir di stadion ini.

KETERANGAN :
Tribun : C+
Tempat duduk : C+
Fasilitas : C+
Rumput : C+
Drainase : C+
Penerangan : ?
Papan Skor : C+
Kondisi : B


Kota Batik Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Surajaya Stadium, Lamongan


Surajaya Stadium merupakan stadion sepakbola yang terletak di Jawa Timur, tepatnya berada di Kabupaten Lamongan.

Surajaya Stadium adalah homebase klub Persela Lamongan. Salah satu anggota kompetisi Indonesia Super League tersebut menggelar partai kandangnya di stadion ini.

Kelompok suporter yang biasa beraksi di stadion ini adalah LA Mania, suporter setia Persela Lamongan. Mereka selalu memadati tribun stadion saat Persela Lamongan berlaga.

Stadion konvensional (tipe lama) ini berkapasitas 25.000 penonton. Jumlah ini untuk ukuran klub sekelas Persela Lamongan yang notabene memiliki jumlah pendukung fanatik yang banyak. Untuk itu Pemkab Lamongan sebagai pengelola stadion berencana untuk merenovasi dan menambah kapasitas stadion kebanggaan warga Lamongan tersebut.

Tiap musim ketika Arema dijamu oleh Persela di stadion ini, Aremania tak melewatkan away tour ke Lamongan. Sudah kita ketahui bersama bahwa hubungan persahabatan antara Aremania dan LA Mania selama ini sangatlah dekat.

KETERANGAN :
Tribun : C+
Tempat duduk : C+
Fasilitas : C+
Rumput : B
Drainase : C+
Penerangan : C+
Papan Skor : B
Kondisi : B


Surajaya Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Tri Dharma Stadium, Gresik


Tri Dharma Stadium adalah sebuah stadion sepak bola yang berada di kota Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Stadion ini milik perusahaan pupuk PT. Petrokimia Gresik. Stadion berkapasitas 25.000 penonton ini merupakan markas dari klub Persatuan Sepak Bola Gresik (Persegres) atau Gresik United.

Pada tahun 2003 Petrokimia Putra menjadikannya home base pertandingan Piala Champion Asia, karena klub tsb mengikuti ajang kejuaraan para juara liga negara-negara di kawasan Asia. Mengacu aturan FIFA, stadion tersebut memenuhi syarat sebagai tempat penyelenggaraan internasional, antara lain karena dekat dengan bandara internasional (Juanda).

Tiga musim terakhir ini Persegres Gresik United yang baru saja naik kembali ke kasta tertinggi Indonesia Super League menjadikan Tri Dharma Stadium sebagai kandhang mereka menjamu tiap lawan. Musim lalu Arema sukses memetik angka di stadion ini setelah menang 1-2 dari tuan rumah.

Karena letaknya yang tak jauh dari bhummi Arema, Aremania sering melakukan tour ke stadion ini untuk mendampingi Arema berlaga melawan Gresik United. Namun tour ini bisa disebut tour yang menantang maut, karena hampir selalu Aremania dihadang oleh suporter rival di sepanjang perjalanan pergi-pulang stadion.

Tri Dharma Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : GBK Stadium, Jakarta


Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno. Stadion ini umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola tingkat internasional. Namanya diambil dari nama Presiden pertama RI, Soekarno yang juga merupakan tokoh yang mencetuskan gagasan pembangunan kompleks olahraga ini.

Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama stadion ini sempat diubah menjadi Stadion Utama Senayan. Setelah bergulirnya era reformasi pada 1998, nama Stadion ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Surat Keputusan Presiden No. 7/2001.

Dengan kapasitas awal sekitar 100.000 orang, stadion yang mulai dibangun pada pertengahan tahun 1958 dan penyelesaian fase pertamanya pada kuartal ketiga 1962 ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Menjelang Piala Asia 2007, dilakukan renovasi pada stadion yang mengurangi kapasitas stadion menjadi 88.083 penonton.

Gedung olahraga ini dibangun mulai sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 sebagai kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka Asian Games 1962 mulai buka diresmikan sejak pada tanggal 24 Agustus 1962 yang diadakan di Jakarta. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.

Stadion ini digunakan oleh Persija Jakarta untuk menggelar laga kandangnya di Indonesia Super League (ISL). Musim 2012-2013 lalu Persija sempat "terusir" dari stadion ini lantaran sulitnya mendapatkan izin dari pihak keamanan untuk menggelar laga kandang. Kelompok suporter yang selalu beraksi di stadion ini adalah The Jakmania, pendukung Persija. Meraka selalu menyambut baik Aremania setiap Persija menjamu Arema di stadion ini tiap tahunnya.

Data Stadion :
Lampu: 1.700 luks
Jenis Rumput: Zoysia Matrelia Linmer
Panjang sentel ban: 800 meter
Panjang lapangan: 110 meter
Lebar lapangan: 70 meter
Lintasan Atletik: 400 meter, 8 jalur
Kapasitas Teribun: 88.000 penonton

Keterangan :
Tribun : A
Tempat duduk : B+
Fasilitas : A
Rumput : A
Drainase : A
Penerangan : A
Papan Skor : A
Kondisi : A

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Si Jalak Harupat Stadium, Soreang, Bandung


Si Jalak Harupat Stadium merupakan sebuah stadion sepakbola yg terletak d Kecamatan Soreang, Kab. Bandung. Stadion ini dimiliki n dikelola oleh pemkab Bandung. Nama Si Jalak Harupat sendiri diambil dari julukan salah satu pahlawan dari Bandung, yaitu Otto Iskandardinata.

Stadion berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan home base beberapa klub Bandung, seperti Persikab Kabupaten Bandung, Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya. Karena sudah berstandar AFC, beberapa pertandingan internasional sudah pernah digelar di sini, yaitu Piala Asia 2007 n Piala Suzuki AFF 2008 silam.

Kelemahan dari stadion ini adalah jaraknya yang lumayan jauh dari pusat kota Bandung, seperti Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang. Dibutuhkan waktu lebih dari 30 menit perjalanan darat dari hotel terdekat menuju Si Jalak Harupat. Selain itu jalan menuju stadion tergolong bukan jalan besar, jadi resiko kemacetan selalu berpotensi menghambat laju perjalanan.

Aremania, terutama Aremania Bandung dan sekitarnya sudah akrab dengan stadion ini karena sering melakukan tour ke sini. Mereka biasa menempati tribun VIP timur saat mendukung Arema berlaga di stadion tersebut.

Si Jalak Harupat Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : GBLA Stadium, Bandung


Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah sebuah stadion olahraga yang berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Stadion berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan Bypass Soekarno-Hatta Bandung. Stadion ini akan menjadi home base klub sepak bola asal Kota Bandung yaitu Persib Bandung di musim kompetisi 2014.

Pembukaan dan peresmian atau soft launching stadion yang semula akan diadakan pada tanggal 31 Desember 2012 diundur menjadi tanggal 10 Mei 2013 karena kondisi stadion yang belum rampung terkendala beberapa faktor seperti cuaca dan lain-lain. Stadion ini diresmikan oleh Walikota Bandung, Dada Rosada dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Dede Yusuf, Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, dan beberapa pihak lainnya.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api berada tepat di cekungan Danau Purba Bandung yang tanahnya mudah amblas & dibangun setinggi 5 meter dari permukaan tanah. Namun karena lahan yang digunakan lunak, ketinggian akan turun 1,7 meter hingga ketinggiannya menjadi 3,3 meter. Karena teknologi ini biayanya mahal, maka hanya dilakukan pada area stadion yaitu seluas 50.000 meter persegi.

Kesepakatan awal tadinya MoU antara Pemprov dengan Pemkot Kota Bandung tahun 2008, disepakati proporsi anggaran 60 % provinsi: 40 % Kota Bandung. Dengan catatan, tanah dan gedung stadion akan jadi aset provinsi. Perkembangan terbaru, MoU 27 Desember 2009, proporsi anggaran tidak ada lagi maka stadion Gedebage akan dibangun dan menjadi aset Kota Bandung, tapi Provinsi Jabar membantu selama 3 tahun anggaran lewat bantuan keuangan (Bankeu).

Stadion ini di desain berstandar internasional, rumput yang digunakan adalah dari jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr yakni rumput kelas satu standar FIFA. Stadion ini dilengkapi dengan lapangan sepakbola, atletik, kantor, sirkulasi, tribun atap full keliling, servis, e-board, scoring board dan kursinya tahan api dengan kursi merk Ferco. Karena standard FIFA itulah jumlah kursi penonton hanya 38.000 orang. Kalau tanpa kursi sebenarnya bisa menampung 72.000 orang.

Gedungnya berlantai 4 dengan luas ruangan 72.000 meter persegi sehingga kalau ditotal dengan fasilitas pendukung lain dapat mencapai 40 hektar. Akan ada banyak mushola dan toilet berjumlah 766 buah, selain itu juga ada ruang VVIP untuk kelas kepala negara presiden dengan kaca anti peluru dan landasan helikopter.

Sesuai dengan lokasi berdirinya stadion ini awalnya bernama Gedebage. Namun setelah ada keputusan pemerintah, maka pemberian nama stadion dilakukan lewat polling terhadap masyarakat dan hasilnya nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi suara terbanyak dari masyarakat.

Karena belum pernah digunakan sebagai venue pertandingan yang melibatkan Arema, praktis Aremania belum pernah beraksi di tribun stadion tersebut. Kemungkinan musim 2015 Persib Bandung baru mulai menggunakan stadion ini sebagai home base mereka di ISL.

Keterangan :
Tribun : A
Tempat duduk : A
Fasilitas : A
Rumput : A
Drainase : A
Penerangan : A
Papan Skor : A
Kondisi : A

Gelora Bandung Lautan Api (Gedebage), Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Siliwangi Stadium, Bandung


Siliwangi Stadium yang berada di Jalan Lombok, Bandung, saat berdirinya memang lebih diperuntukkan bagi pembinaan jasmani anggota Kodam III/Siliwangi. Hal tersebut karena memang Stadion Siliwangi adalah milik Kodam III/Siliwangi, bukan milik Pemprov Jabar atau Pemkot Bandung. Seiring belum dimilikinya stadion yang lebih representatif di Kota Bandung untuk menggelar kegiatan olahraga yang besar, stadion dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton tersebut seolah identik dengan kandang Persib Bandung.

Stadion kategori C+ ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) pada 24 Maret 1946. Tepat pada 1 Januari 1956 stadion diresmikan oleh Panglima Kawilarang. Sebagai hiburan, diadakan pertandingan persahabatan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Pada 1961, stadion ini pun menjadi tempat diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) V yang dibuka oleh Presiden Soekarno.

Pada Desember 1975, Stadion Siliwangi mengalami pemugaran dan diresmikan ulang pada 20 Mei 1976. Hanya memakan waktu 6 bulan untuk menyelesaikan stadion lengkap dengan tribun mengelilingi lapangan dan lapangan standar internasional. Rumputnya sengaja diimpor dari Australia, yaitu rumput green carpetlengkap dengan drainase memadai. Lucunya, saat menangani Arema pada periode ISL 2009-2010, pelatih Arema kala itu, Robert Rene Albert sangat mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Siliwangi yang disamakannya dengan sepetak sawah.

Sebelum terjadi kesalahpahaman dengan kelompok suporter Persib, Viking, Aremania sering beraksi di atas tribun stadion ini. Meski demikian, hingga saat ini saat Arema bertandang ke Siliwangi, Aremania, terutama Aremania Parahiyangan dan sekitarnya selalu mendampingi di dalam stadion.

Keterangan :
Tribun : C+
Tempat duduk : C+
Fasilitas : C+
Rumput : C+
Drainase : C
Penerangan : B
Papan Skor : B
Kondisi : C+

Siliwangi Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 

PROFIL STADION : Teladan Stadium, Medan


Teladan Stadium merupakan stadion sepakbola yang berada di Medan, Sumatra Utara. Stadion berkapasitas 20.000 penonton ini mulai dibangun pada 1951 dan selesai pada 1953 menjelang PON III 1953 Sumatra Utara. Saat ini Stadion Teladan sedang direhab untuk ditambah kapasitasnya menjadi 40.000 penonton.

Stadion kategori C ini menjadi markas klub PSMS Medan yang saat ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia. Stadion ini juga pernah terpilih sebagai venue laga ujicoba Timnas Indonesia vs klub Serie A Italia, Sampdoria pada 1996.

Kelompok suporter yang sering beraksi di stadion ini adalah Kampak dan PSMS Fans Club sebagai suporter yang mendukung PSMS Medan. Aremania terakhir kali beraksi di stadion ini pada musim 2011-2012 kala PSMS masih bermain di Indonesia Super League.

Keterangan :
Tribun : C
Tempat duduk : C
Fasilitas : C
Drainase : C
Penerangan : C
Papan Skor : C
Kondisi : C

Teladan Stadium 
 
BACK TO PANDUAN TOUR AREMANIA 
AREMA FC