Welcome Aremania
| Season 2018 | Museum Singo Edan | Kanjuruhan Stadium | Nadeshiko Store
.
Home » » PROFIL : Lucky Adrianda Zaenal

PROFIL : Lucky Adrianda Zaenal

Written By Agung Wearemania on Saturday, 9 December 2017 | 06:27

lion LUCKY A ZAENAL lion
Lahir: Malang, 090.12.1960 | Meninggal: Malang, 24.04.2013

Lucky Adrianda Zaenal atau yang lebih akrab diipanggil "Sam Ikul" lahir di Malang, 09 Desember 1960 dan wafat 24 April 2013. Di momen Hari Pahlawan 10 November ini menarik untuk mengungkap perjalanan hidupnya, terutama yg berkaitan dengan Arema, klub yang dibesarkannya.

Meski besar di keluarga bola dan memiliki Ayah Acub Zaenal yang notabene adalah mantan Ketua Umum PSSI era '80-an, Lucky muda lebih memilih aktif di dunia tinju dan otomotif. Bahkan dia sempat menjadi atlet balap nasional di tahun '80-an. Dia juga tercatat sebagai penggerak tinju profesional di Malang. Keterlibatannya masuk dunia sepakbola tak jauh dari peran sang Ayah yang mendirikan klub sepakbola pertama di Malang yg mengikuti kompetisi Galatama pada 11 Agustus 1987.

Bersama Ovan Tobing (humas PERSEMA Malang kala itu) Lucky lantas diserahi untuk mengurus klub sepakbola yang diberi nama Arema tersebut. Seperti diketahui, Arema berasal dari Armada dan Arema '86 yang di-take over oleh Brigjend. Acub Zaenal dan kemudian diganti nama menjadi Arema.

Lucky memperjuangkan banyak hal untuk Arema di awal berdirinya klub kebanggaan Arek Malang ini. Kerja kerasnya bersama segenap elemen Arema lainnya membuahkan hasil, pada keikutsertaannya yang ke-5 (musim 1992/1993) Arema akhirnya berhasil mencicipi manisnya mengangkat trophy juara.

Masih bersama Ovan Tobing, Lucky turut membidani populernya istilah Aremania sebagai pendukung fanatik klub Arema. Istilah itu berawal dari jaket yang dikenakan OT (sapaan akrab Ovan Tobing), di bagian belakang jaket itu bertuliskan Aremania. Akhirnya sejak awal '90-an semua sepakat menyebut para pendukung Arema sebagai Aremania.

Pada 09 Mei 1996 dia memutuskan untuk menikahi Novi Zaenal. Itu merupakan pernikahan keduanya setelah bercerai dengan istri pertamanya. Bunda Novi (begitu Aremania menyapanya) adalah sosok yg tegar di balik kehidupan kelam yg menimpa Sam Ikul. Ya, tahun-tahun pertama perkawinan mereka bisa disebut kelam karena Novi Zaenal harus menerima fakta bahwa sang suami adalah pecandu heroin.

Banyak hal yang diupayakan Bunda Novi untuk menyembuhkan Sam Ikul dari ketergantungan pada barang haram itu. Mulai dari terapi hingga over proteksi terhadap ayah 3 orang anak tersebut dari teman-temannya yang berprofesi sebagai bandar narkoba. Alhamdulillah, di akhir '98 dia berhasil sembuh sedikit demi sedikit. Meski perekomian mereka memburuk gara-gara narkoba, satu yang membanggakan, Sam Ikul tetap memperjuangkan Arema agar tetap mengikuti kompetisi Liga Indonesia.

Pada awal musim 2003 Arema benar-benar mengalami krisis finansial. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kian rapuhnya perekonomian keluarga Sam Ikul yang mewarisi pengelolaan Arema dari sang Ayah. Berdalih menyelamatkan Arema, sempat ada usulan merger dengan Persema, namun Lucky kemudian menolaknya secara tegas. Dia pun memilih menjual Arema ke tangan pihak yang mau meneruskan perjuangan keluarga besar Acub Zaenal untuk membesarkan nama Arema.

Akhirnya, melalui mediasi seorang pengusaha asal Malang, Iwan Kurniawan, Lucky resmi melepas Arema kepada PT. BENTOEL. Karena pertimbangan faktor historis, dia diberikan beberapa persen saham atas kepemilikan klub Arema.

Sepertinya kisah kelam tak bosan menghinggapi kehidupan Sam Ikul. Pertengahan tahun 2004 dia harus menghadapi kenyataan vonis dokter yang mengatakan bahwa dirinya menderita penyakit Hepatitis C. Penyakit tsb merupakan akumulasi dari efek buruk mengkonsumsi heroin. Tak sampai di situ saja, setahun setelah vonis itu, tepatnya pada akhir 2005 Lucky kembali harus menghadapi vonis dokter. Kali ini dia dinyatakan mengidap virus CMV (cytomegalovirus) yg menyerang retina matanya.

Sejak itu dia cuma bisa melihat dengan satu mata sebelah kanan, karena mata kirinya sudah tak berfungsi lagi. Berhenti jadi pengurus Arema dan buta sebelah tak menyurutkan kecintaannya pada Arema. Terbukti dia masih menyaksikan final Copa Indonesia 2006 di Jakarta yang dimenangkan oleh Arema setelah membantai Persipura 2-0. Momen itu seolah jadi hal terindah yang pernah ada di hadapan matanya, karena di tahun yang sama mata kirinya mulai mengalami kebutaan juga.

"Saya datang ke stadion, namun saya hanya bisa mendengarkan dan merasakan atmosfer Aremania," itulah ucapan Sam Ikul saat Arema menjadi kampiun Indonesia Super League 2009/2010, hal yg membuatnya menangis bangga kala itu.

Pada tanggal 04 Oktober 2008 ujian kembali menimpa sang insinyur ini. Ayah sekaligus sosok panutannya wafat di usia 81 tahun. Lucky sangat kehilangan, apalagi selama ini dia memang dikenal dekat dengan almarhum Acub Zaenal. Beliaulah yg memperkenalkan Lucky k dunia sepakbola.

Sebagai manusia biasa almarhum Lucky Acub Zaenal juga sempat punya kontroversi soal Arema, terutama berhubungan langsung dengan kasus dualisme Singo Edan. Pada awal musim 2011/2012 berbekal sebagai Pembina Yayasan AREMA dia bersama M. Nur (sang ketua Yayasan yang sebenarnya telah dinon-aktifkan) mengklaim sebagai pengelola Arema FC.

Kemudian mereka (atas nama PT. Arema Nusantara Persada yang katanya perpanjangan tangan Yayasan untuk mengelola Arema FC) kemudian melakukan kerjasama dengan PT. Ancora. Merekalah yang lantas membawa Arema FC bermain dalam Liga Premier Indonesia di bawah naungan PSSI yang kala itu sudah tak kredibel lagi karena tak didukung oleh 2/3 suara anggota sahnya.

Hal itulah yang kemudian sempat memancing amarah para Aremania hingga berdatangan ke kediamannya untuk meminta klarifikasi. Hujatan dan caci maki pun melayang ke mukanya dari orang-orang yang dulu memujanya sebagai salah satu putra pendiri Arema. Namun Lucky tetap tegar menghadapi episode terburuk dalam kisah hidupnya tersebut. Karena kesehatannya yang makin memburuk membuatnya memutuskan untuk vakum dari hingar bingar dunia sepakbola.

Terlepas dari segala kontroversi yang pernah dia lakukan di Arema, satu fakta yang tak dapat Aremania pungkiri, dia adalah bagian dari sejarah Arema, klub yang dia besarkan selama ini, klub yang sangat dia cintai sama seperti kita. Marilah kta do'akan semoga arwah Sam Ikul tenang di sisi Allah SWT. Semoga hal-hal baik yang pernah dia berikan pada Arema menjadi teladan bagi kita yang masih berjuang untuk Arema tercinta.

LUCKY ACUB ZAENAL 
 
BACK TO LEGENDA DAN MANTAN PEMAIN AREMA 
Share this article :

0 comments:

AREMA FC 2018
LE31H EDAN!



Klasemen Liga 1 2018

12. Sriwijaya FC
13. Persebaya
14. Arema FC 21 6 7 8 30-29 +1 25
15. PS TIRA
16. Perseru Serui

Qta FANS

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Qta AREMANIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger